Sabtu, 23 Mei 2009

Gita gutawa vs Sherina Munaf

Gita Gutawa
· Sinetron “Ajari Aku Cinta”? Oh no. Selain make-up-nya kurang pas, akting Gita lebih kurang pas lagi! Haikal (sbg Denny) boleh meranin jadi anak SMP, tapi coba deh lihat kelakuannya kalo lagi nongkrong di Blek (Alpus). Beda deeeh! Jourast Jordy (sbg Titan) nggak seperti yang diharapkan. Aktingnya jauh lebih cemerlang di “Lorong Waktu”. Tyas-nya sih lumayan oke, kan alumni 82 ;p Tapi Gita nggak bener banget, terutama pas dia nyanyi di rumah sambil joged-joged dan di jalanan ada (maaf) alay nge-breakdance! Ini ajang promosi, iseng-iseng atau apa? (-13)

· Batu loncatan yang indah! Gita Gutawa diajak kolaborasi sama Ada Band yang waktu itu lagi naik daun. Lagunya pun nggak tanggung-tanggung yang dinyanyikan, “Yang Terbaik Untukmu”. Waktu itu, lagu untuk orang tua palingan “Mama” (Boyz II Men) dan “Bunda” (Potret). “Dance With My Father” (Luther Vandross) belum merajalela, single ini memberi pencerahan dan membuat pendengarnya menengok ke anak kecil bersuara tinggi yang nyanyi bareng Donnie ini. (+7)

· Liriknya nakal banget! Nakal dalam arti agak jauh dari lirik-lirik standar, karena penggunaan bahasanya simpel dan sehari-hari banget. Mungkin karena kesederhanaan itulah single “Bukan Permainan” bisa me’ratu’i berbagai tangga lagu Indonesia, termasuk MTV Ampuh! (+15)

· Sayang banget untuk “Kembang Perawan”, nada-nadanya keduluan Sherina di “Dua Ballerina” (album “Andai Aku Besar Nanti”). (-2) Tapi, popularitas Gita Gutawa jauh melunjak dan hampir semua orang punya lagu “Bukan Permainan” di HP-nya, hahaha. (+9)

· Aksi panggungnya kurang gue sukai. Gue lihat Gita di SCTV Music Awards, dengan kostum pink dan tulisan GITA GUTAWA di slide show, bawa gitar yang juga pink tapi bentuknya terlalu “muda”, nggak kayak gitar beneran. Shocking! Dan hampir semua orang bisa lihat kalau Gita lipsync! Too bad, girl. (-15)

· Klipnya nggak oke. Main sepeda di negeri orang sambil bernyanyi dan tengak-tengok kanan kiri, udah sering muncul di televisi (contoh: Dirly & Ghea ‘Idol’ meskipun mereka tanpa sepeda). Lirik lagu yang dipajang di billboard juga cuma menimbulkan cemoohan. Sekarang semua orang bilang: “AYO BIKIN VIDEOKLIP KAYAK GITA GUTAWA!” Ini sindiran, sayang, bukan pujian. (-6)

Sherina Munaf

· Sherina memberi nafas baru, image baru: “penyanyi cilik yang cerdas” dengan suara indahnya didukung orkestra dan hasil aransemen Elfa Seciora (yup, that genious musician!). Muncul di tengah-tengah kemarau musik, di mana waktu itu Tukul masih jadi artis di videoklip Joshua, semua anak-anak baru saja kehilangan Susan dan Ria Enes, Chikita Meidy juga sibuk dengan “Kampuang Nan Jauh Di Mato”, Sherina muncul dengan senang dan riang. (+10)

· “Petualangan Sherina” is unbelievable! Gue inget banget bioskop penuh sesak karena kemunculan film ini, setelah bioskop di Indonesia didominasi film Hollywood. Tiba-tiba aja gitu ada film anak-anak, musikal pula, buatan Indonesia pula! Acung sepuluh jempol buat film ini. Banyak adegan memorable yang nempel di kepala hampir semua anak Indonesia, termasuk waktu Sherina mau cabut dari Bosscha dan nyium jidatnya Sadam. Hahaha… Nggak tanggung-tanggung, film ini diproduksi sama Miles Production yang prestasinya udah jelas di kancah perfilman Tanah Air. Belum lagi soundtrack-nya yang ca’em. Super keren! (+20)

· Though Westlife was hot, I don’t think it’s a good idea to sing a song together with them and then put ‘you’ in their video, using a computer. Sayang aja gitu, udah duet (meskipun dari jauh), tapi klipnya kurang digarap dengan maksimal. Orang jadi mikir kalau itu duet bohongan. (-7)

· Pertama dengar lagu “Sendiri” di mobilnya Sherina, waktu mau jalan ke konser Muse. Musiknya oke, and you’re so talented, girl, arrange, produce, and write the song yourself. But, I miss your classic tunes! Gue kangen banget sama vokal Sherina yang menyenangkan dan ceria, bukan dengan nada marah seperti di lagu ini. Liriknya juga kurang seru, “Sendiri, tinggalkan aku sendiri, sendiri, ooooh, ooooh.” Lalu? (-12)

· Klip “Sendiri” Evanescence banget, entah kenapa. Mungkin karena outfit yang dipakai Sher, rambut panjangnya, adegan marah-marah, dan sebagainya. Kayak Amy Lee lagi main di klip “I Miss You”-nya almarhum Blink 182. (-5) Gue jauh lebih suka klip “Kembali ke Sekolah”, bikin gue seneng ke sekolah dan rajin mengikat tali sepatu dengan posisi Sherina di awal klip di mana ibunya berteriak, “Sherina, tali sepatunya!” (+7)

· Aksi panggung? Jagoan deh untuk Mbak yang satu ini. Dia cuma perlu duduk di piano, diiringi iringan musik dari gitar Dochi dan kawan-kawan, merem-melek dikit, plus kostum yang sangat dewasa, udah cukup bikin orang-orang melihat transformasinya si pipi tembem yang oleh banyak media disebut menjadi The Rock Princess with Harajuku Style. Terlalu banyak pengaruh Jepang? (+10)

· Sherina jadi nggak setenar dulu, entah kalah cepat, atau terlalu jenius sehingga nggak bisa menyaingi Gita Gutawa di tangga lagu. Mungkin karena lagu dengan aransemen secerdas itu belum bisa diterima masyarakat awam seumuran kita, sayang banget ya? (-6)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar